SEJARAH DAN KARAKTERISTIK SISTEM DEMOKRASI

Istilah demokrasi berasal dari bahasa
Yunani, yaitu demos yang berarti
rakyat dan kratia yang berarti
pemerintah. Dengan demikian,
demokrasi dapat dimengerti sebagai: 1. Bentuk pemerintahan di mana
keputusan-keputusan politiknya
ditentukan sebagian besar oleh rakyat
biasa melalui wakil-wakil yang dipilih
pada pemilihan berkala secara bebas.
2. Suatu pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi ada d tangan
rakya; sehingga demokrasi
merupakan pemerintahan dari
rakyak, oleh rakyat dan untuk rakyat.
3. Sebuah keadaan yang di dalamnya
terdapat kebebasan, persamaan dan permusyawaratan.
4. Pandangan hidup y dicerminkan
dengan perlunya partisipasi dari
setiap warga yang sudah dewasa di
dalam membentuk nilai-nilai bersama
di dalam masyarakat. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia
Demokrasi adalah bentuk atau
mekanisme pemerintahan suatu
negara sebagai upaya mewujudkan
kedaulatan rakyat ( kekuasaan warga
negara ). Atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara
tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah
prinsip “trias politica” yang membagi
ketiga kekuasaan politik negara
( eksekutif, yudikatif, dan legislatif )
untuk diwujudkan dalam tiga jenis
lembaga negara yang saling lepas ( Independen ) dan berada dalam
perngkat yang sejajar satu sama lain.
Kesejajaran dan Indenpedensi ketiga
jenis lembaga negara ini bisa saling
mengawasi dan saling mengontrol
berdasarkan prinsip Check and Balance. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara
tersebut adalah lembaga-lembaga
pemerintahan yang memiliki
kewenangan untuk mewujudkan dan
melaksanakan kewenangan
eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang
menyelenggarakan kekuasaan
yudikatif dan lembaga-lembaga
perwakilan ( DPR, untuk Indonesia )
yang memiliki kewenagan
menjalankan kekuasaan legislatif. Dibawah sistem ini, kemampuan
legislatif dibuat oleh masyarakat atau
oleh wakil yang wajib bekerja dan
bertidak sesuai dengan aspirasi
masyarakat yang diwakilinya dan
yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif sesuai
hukum dan peraturan. Selain pemilihan umum legislatif,
banyak keputusan atau hasil-hasil
penting misalnya pemilihan presiden
suatu negara, diperoleh melalui
pemilihan umum. Pemerintah yang bersifat demokratis
pertama kali dipraktikkan oleh
bangsa Yunani. Di Athena kuno,
demokrasi berarti partisipasi langsung
rakyat di dalam pemerintahan.
Partisipasi semacam itu dibatasi khususnya bagi mereka yang
memenuhi syarat sebagai warga
negara. Keberhasilan demokrasi-
partisipasi-langsung ini bergantung
pada kesamaan para pria kepala
rumah tangga di dalam menuturkan bahasa (persepsi) yang sama,
menyembah dewa-dewa yang sama,
dan mau menjadi laskar dalam
mengamankan negara-kota itu. Pada perkembangan selanjutnya,
konsep demokrasi ini banyak diambil-
alih sebagai model pemerintahan di
negara-negara Barat. Di Afrika
demokrasi dijadikan sebagai alat
untuk menentang pemerintahan otoriter bangsa kulit putih terhadap
bangsa Afrika. Demokrasi yang diterapkan di dalam
sistem pemerintahan di berbagai
negara ada bermacam-macam. Kita
mengenal beberapa macam di
antaranya, seperti demokrasi liberal,
demokrasi sosialis dan demokrasi ekonomis.

Posted on September 11, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: