DEFINISI LIBERALISME

Pengertian Liberalisme Secara etimologi, Liberalisme (dalam
bahasa inggris Liberalism) adalah
derivasi dari kata liberty (dalam
bahasa inggris) atau liberte (dalam
bahasa Perancis) yang berarti “bebas”.
Adapun secara terminologi, para peneliti mengemukakan bahwa
Liberalisme adalah terminologi yang
cukup sulit untuk didefinisikan. Hal itu
karena konsep liberalisme yang
terbentuk tidak hanya dalam satu
generasi, dengan tokoh pemikiran yang bermacam-macam dan orientasi
yang berbeda-beda. Dalam al Mawsû’ah al ‘Arabiyyah al
Âlamiyyah dikatakan, “Liberalisme
termasuk terminologi yang samar,
karena makna dan penegasannya
senantiasa berubah-ubah dalam
bentuk yang berbeda dalam sepanjang sejarahnya.”[12] Namun demikian, liberalisme memiliki
esensi yang disepakati oleh seluruh
pemikir liberal pada setiap zaman,
dengan perbedaan-perbedaan trend
pemikiran dan penerapannya, sebagai
cara untuk melakukan reformasi dan menciptakan produktifitas. Esensi ini
adalah, bahwa liberalisme meyakini
kebebasan sebagai prinsip dan
orientasi, motivasi dan tujuan, pokok
dan hasil dalam kehidupan manusia.
Ia adalah satu-satunya sistem pemikiran yang hanya menghendaki
untuk mensifati kegiatan manusia
yang bebas, menjelaskan dan
mengomentarinya.[13] Dr. Sulaiman al Khurasyi mengatakan,
“Liberalisme adalah aliran pemikiran
yang berorientasi kepada kebebasan
individu, berpandangan wajibnya
menghormati kemerdekaan setiap
orang, meyakini bahwa tugas pokok negara adalah melindungi kebebasan
warganya seperti kebebasan berfikir
dan berekspresi, kepemilikan swasta
dan yang lainnya. Aliran pemikiran ini
membatasi peran penguasa dan
menjauhkan pemerintah dari kegiatan pasar. Aliran ini juga dibangun diatas
prinsip sekuler yang mengagungkan
kemanusiaan dan berpandangan
bahwa manusia dapat dengan
sendirinya mengetahui segala
kebutuhan hidupnya. Dalam Acodemik American
Ensiclopedia dikatakan, “Sistem liberal
yang baru (yang termanifestasi dalam
pemikiran abad pencerahan)
memposisikan manusia sebagai tuhan
dalam segala hal. Ia memandang bahwa manusia dengan seluruh
akalnya mampu memahami segala
sesuatu. Mereka dapat
mengembangkan diri dan
masyarakatnya melalui kegiatan
rasional dan bebas.”[14] Karakteristik Liberalisme Walaupun liberalisme bukan terdiri
dari satu trend pemikiran, namun kita
dapat mengenali aliran ini dengan
karakteristik khusus. Karakter paling
kuat yang ada dalam aliran ini adalah: – Kebebasan Individu Setiap orang bebas berbuat apa saja
tanpa campur tangan siapa pun,
termasuk negara. Fungsi negara
adalah melindungi dan menjamin
kebebasan tersebut dari siapapun
yang mencoba untuk merusaknya. Oleh karena itu, liberalisme sangat
mementingkan kebebasan dengan
semua jenisnya. Kekebasan berkreasi,
berpendapat, menyampaikan
gagasan, berbuat dan bertindak,
bahkan kebebasan berkeyakinan adalah tema yang mereka ingin
wujudkan dalam kehidupan ini. Kebebasan dalam pandangan mereka
tidak berbatas, selama tidak
merugikan dan bertabrakan dengan
kebebasan orang lain. Kaidah
kebebasan mereka berbunyi,
“Kebebasan Anda berakhir pada permulaan kebebasaan orang
lain.”[15] – Rasionalisme Penganut liberalisme meyakini bahwa
akal manusia mampu mencapai segala
kemaslahatan hidup yang
dikehendaki. Standar kebenaran
adalah akal atau rasio. Karakter ini
sangat kentara dalam pemikiran liberal. Rasionalisme diantaranya
nampak pada: Pertama, keyakinan bahwa hak setiap
orang bersandar kepada hukum alam.
Sementara hukum alam tidak dapat
diketahui kecuali dengan akal melalui
media indera/materi atau eksperimen.
Dari sini kita mengenal aliran filsafat materialisme (aliran filsafat yang
mengukur setiap kebenaran melalui
materi) dan empirisme (aliran filsafat
yang menguji setiap kebenaran
melalui eksperimen). Kedua, negara harus bersikap netral
terhadap semua agama. Karena tidak
ada kebenaran yang bersifat yakin
atau absolut, yang ada adalah
kebenaran yang bersifat relatif. Ini
yang dikenal dengan “relatifisme kebenaran”. Ketiga, perundang-undangan yang
mengatur kebebasan ini semata-mata
hasil dari pemikiran manusia, bukan
syariat agama.[16]

Posted on September 3, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: