SEJARAH LAHIRNYA KAPITALISME

Menurut Marx, kapitalisme lahir pada
abad 15 melalui perubahan mode of
production ‘bentuk-bentuk produksi’,
yakni pergeseran sedari “produksi
untuk kegunaan”, menjadi “produksi untuk jual-beli”. Dalam hal ini,
produksi untuk kegunaan adalah
model ekonomi “barter”, sedang
produksi untuk jual-beli adalah model
ekonomi “uang”. Lalu, mengapa
model ekonomi terakhir ini dikatakan buruk? Menurut Marx, penggunaan
instrumen uang menghasilkan
beberapa masalah pelik layaknya
alienasi nilai guna, nilai lebih serta
sirkuit modal yang melanggengkan
borjuasi dan mereproduksi kelas tertindas.
Reformasi Gereja Abad 15-16
Bagi sebagian pihak, kapitalisme lahir
melalui Reformasi Gereja abad 15-16.
Dalam hal ini, kesewenang-wenangan
gereja berikut penyimpangan akut gereja dengan memperjual-belikan
surat pengampunan dosa menuai
kritik keras para kaum humanis di
Eropa kala itu. Beberapa tokoh sentral
dalam peristiwa tersebut antara lain
Erasmus, Martin Luther dan John Calvin. Pelucutan kekuasaan politik
gereja—pemisahan kehidupan
negara dengan agama (sekularisasi)
—yang dipelopori Reformasi Gereja
lambat-laun menjalar dalam ranah
ekonomi dan budaya. Pemisahan kehidupan negara dengan ekonomi
tersebutlah yang nantinya melahirkan
laissez-faire, suatu tata kehidupan
ekonomi yang sama sekali lepas dari
kontrol negara dan sepenuhnya
diserahkan pada “pasar”. Revolusi Industri Abad 19
Tak heran banyak pakar mendaulat
Revolusi Industri abad 19 sebagai
tonggak kelahiran kapitalisme, hal
tersebut mengingat dengan
digunakannya mesin dalam proses produksi (mekanisasi), komoditas
yang dihasilkan pun kian masif dalam
waktu yang relatif singkat. Ini
berdampak pada kian cepatnya
individu-individu pemilik alat-alat
produksi mengumpulkan pundi- pundi kekayaannya, dan dampak
yang ditimbulkannya kemudian jelas:
mempertajam jurang kesenjangan
sosial antara pemilik alat produksi
dengan buruh yang bekerja dalam
proses produksi tersebut. The Wealth of Nations karya Adam
Smith
Karya Smith, The Inquiry to The Nature
and Causes of “The Wealth of Nations”,
kerap didaulat banyak pihak sebagai
tonggak lahirnya kapitalisme. Meskipun kondisi pemisahan antara
kehidupan negara dengan ekonomi
telah berlangsung sebelumnya,
agaknya karya Smith dianggap
sebagai “gong” penegasan berikut
alasan-alasan ilmiah mengapa hal tersebut perlu dilakukan. Menurutnya,
kehidupan ekonomi rakyat yang
dibarengi dengan intervensi negara di
dalamnya menyebabkan ekonomi
rakyat sulit berkembang, hal ini
disebabkan adanya pajak berkut upeti dari negara yang begitu
memberatkan. Oleh karenanya
menurut Smith, penghapusan total
intervensi negara dalam kehidupan
ekonomi rakyat merupakan
keharusan. Tak pelak, melalui buah karyanya, Smith ditasbihkan sebagai
“Bapak Kapitalisme” berikut “Bapak
Pasar Bebas”.

Posted on Agustus 31, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: