SEJARAH ANARKISME DAN KEKERASAN

Anarkisme dan kekerasan Dalam sejarahnya, para anarkis
dalam berbagai gerakannya kerap
kali menggunakan kekerasan
sebagai metode yang cukup ampuh
dalam memperjuangkan ide-idenya,
seperti para anarkis yang terlibat dalam kelompok Nihilis di Rusia era
Tzar, Leon Czolgosz, grup N17 di
Yunani. Slogan para anarkis Spanyol
pengikutnya Durruti yang berbunyi: “ Terkadang cinta
hanya dapat
berbicara melalui
selongsong
senapan ” Yang sangat sarat akan
penggunaan kekerasan dalam
sebuah metode gerakan.
Penggunaan kekerasan dalam
anarkisme sangat berkaitan erat
dengan metode propaganda by the deed, yaitu metode gerakan dengan menggunakan aksi langsung
(perbuatan yang nyata) sebagai
jalan yang ditempuh, yang berarti
juga melegalkan pengrusakan,
kekerasan, maupun penyerangan.
Selama hal tersebut ditujukan untuk menyerang kapitalisme ataupun
negara. Namun demikian, tidak sedikit juga
dari para anarkis yang tidak sepakat
untuk menjadikan kekerasan
sebagai suatu jalan yang harus
ditempuh. Dalam bukunya What is Communist Anarchist , pemikir anarkis Alexander Berkman menulis: “ “Anarkisme
bukan Bom,
ketidakteraturan
atau kekacauan.
Bukan
perampokan dan pembunuhan.
Bukan pula
sebuah perang di
antara yang
sedikit melawan
semua. Bukan Dari berbagai selisih paham antar
anarkis dalam mendefinisikan suatu
ide kekerasan sebagai sebuah
metode, kekerasan tetaplah bukan
merupakan suatu ide eksklusif milik
anarkisme, sehingga anarkisme tidak bisa dikonotasikan sebagai
kekerasan, seperti makna tentang
anarkisme yang banyak dikutip
oleh berbagai media di Indonesia
yang berarti sebagai sebuah aksi
kekerasan. Karena bagaimanapun kekerasan merupakan suatu pola
tingkah laku alamiah manusia yang
bisa dilakukan oleh siapa saja dari
kalangan apapun. Sejarah dan dinamika filsafat
anarkisme Anarkisme sebagai sebuah ide yang
dalam perkembangannya juga
menjadi sebuah filsafat yang juga
memiliki perkembangan serta
dinamika yang cukup menarik. Anarkisme dan Marxisme Lihat pula: Anarkisme dan Marxisme Marxisme dalam perkembangannya setelah Marx dan Engels
berkembang menjadi 3 kekuatan
besar ideologi dunia yang
menyandarkan dirinya pada
pemikiran-pemikiran Marx. Ketiga
ideologi itu adalah : (1) Komunisme, yang kemudian dikembangkan oleh Lenin menjadi ideologi Marxisme- Leninisme yang saat ini menjadi
pegangan mayoritas kaum komunis
sedunia; (2) Sosialisme Demokrat,
yang pertama kali dikembangkan
oleh Eduard Bernstein dan
berkembang di Jerman dan kemudian berkembang menjadi
sosialis yang berciri khas Eropa; (3) Neomarxisme dan Gerakan Kiri
Baru, yang berkembang sekitar
tahun 1965-1975 di universitas- universitas di Eropa. Walaupun demikian, ajaran Marx
tidak hanya berkutat pada ketiga
aliran besar itu karena banyak
sekali sempalan-sempalan yang
memakai ajaran Marx sebagai basis
ideologi dan perjuangan mereka. Aliran lain yang berkembang serta
juga memakai Marx sebagai tolak
pikirnya adalah Anarkisme. Walaupun demikian anarkisme dan
Marxisme berada dipersimpangan
jalan dalam memandang masalah-
masalah tertentu. Pertentangan
mereka yang paling kelihatan
adalah persepsi terhadap negara. Anarkisme percaya bahwa negara
mempunyai sisi buruk dalam hal
sebagai pemegang monopoli
kekuasaan yang bersifat memaksa. Negara hanya dikuasai oleh kelompok-kelompok elit secara
politik dan ekonomi, dan kekuatan
elit itu bisa siapa saja dan apa saja
termasuk kelas proletar seperti yang
diimpikan kaum Marxis. Dan oleh
karena itu kekuasaan negara (dengan alasan apapun) harus
dihapuskan. Di sisi lain, Marxisme
memandang negara sebagai suatu
organ represif yang merupakan
perwujudan kediktatoran salah satu
kelas terhadap kelas yang lain. Negara dibutuhkan dalam konteks
persiapan revolusi kaum proletar, sehingga negara harus eksis agar
masyarakat tanpa kelas dapat
diwujudkan. Lagipula, cita-cita kaum
Marxis adalah suatu bentuk negara
sosialis yang bebas pengkotakan
berdasarkan kelas. Selain itu juga, perbedaan kentara
antara anarkisme dengan Marxisme
dapat dilihat atas penyikapan
keduanya dalam seputar isu kelas
serta seputar metoda materialisme
historis

Posted on Agustus 29, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: