MIKHAIL BAKUNI TOKOH UTAMA KAUM ANARKISME

Mikhail Bakunin 1814-1876 Tokoh utama kaum anarkisme
adalah Mikhail Bakunin, seorang
bangsawan Rusia yang kemudian
sebagian besar hidupnya tinggal di Eropa Barat. Ia memimpin kelompok anarkis dalam konverensi besar
kaum Sosialis sedunia
(Internasionale I) dan terlibat
pertengkaran dan perdebatan besar
dengan Marx. Bakunin akhirnya
dikeluarkan dari kelompok Marxis mainstream dan perjuangan kaum
anarkis dianggap bukan sebagai
perjuangan kaum sosialis. Sejak
Bakunin, anarkisme identik dengan
tindakan yang mengutamakan
kekerasan dan pembunuhan sebagai basis perjuangan mereka.
Pembunuhan kepala negara,
pemboman atas gedung-gedung
milik negara, dan perbuatan teroris
lainnya dibenarkan oleh
anarkhisme sebagai cara untuk menggerakkan massa untuk memberontak.[3] Mikhail Bakunin merupakan seorang tokoh anarkis yang
mempunyai energi revolusi yang
dashyat. Bakunin merupakan
‘penganut’ ajaran Proudhon, tetapi
mengembanginya ke bidang
ekonomi ketika dia dan sayap kolektivisme dalam First
International mengakui hak milik
kolektif atas tanah dan alat-alat
produksi dan ingin membatasi
kekayaan pribadi kepada hasil kerja
seseorang. Bakunin juga merupakan anti komunis yang pada
saat itu mempunyai karakter yang
sangat otoritar. Pada salah satu pidatonya dalam
kongres ‘Perhimpunan Perdamaian
dan Kebebasan’ di Bern (1868), dia berkata: “ Saya bukanlah
seorang komunis
karena
komunisme
mempersatukan
masyarakat dalam negara
dan terserap di
dalamnya; karena
komunisme akan
mengakibatkan
konsentrasi Bakunin dan anarkis-anarkis lain
dalam First International percaya
bahwa revolusi sudah berada di
ambang pintu, dan mengerahkan
semua tenaga mereka untuk
menyatukan kekuatan revolusioner dan unsur-unsur libertarian di
dalam dan di luar First International
untuk menjaga agar revolusi
tersebut tidak ditunggangi oleh
elemen-elemen kediktatoran.
Karena itu Bakunin menjadi pencipta gerakan anarkisme
modern. Peter Kropotkin adalah
seorang penyokong anarkisme
yang memberikan dimensi ilmiah
terhadap konsep sosiologi
anarkisme. Anarkisme model Bakunin, tidaklah
identik dengan kekerasan. Tetapi
anarkisme setelah Bakunin
kemudian berkembang menjadi
sebuah gerakan yang menjadikan
kekerasan sebagai jalur perjuangan mereka. Dan puncaknya adalah
timbulnya gerakan baru yang juga
menjadikan sosialisme Marx sebagai
pandangan hidupnya, yaitu Sindikalisme. gerakan ini menjadikan sosialisme Marx dan
anarkisme Bakunin sebagai dasar
perjuangan mereka. Bahkan
gerakan mereka disebut Anarko- Sindikalisme.

Posted on Agustus 29, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: