IDEOLOGI MENURUT PARA TOKOH TERKENAL

Definisi Ideologi Definisi memang penting. Itu
sebabnya Ibnu Sina pernah berkomentar: “ Tanpa definisi,
kita tidak akan
pernah bisa
sampai pada
konsep. ” Karena itu menurut beliau, sama
pentingnya dengan silogisme (baca : logika berfikir yang benar)
bagi setiap proposisi (dalil atau
pernyataan) yang kita buat. Mabda’ secara etimologis adalah
mashdar mimi dari kata
bada’ayabdau bad’an wa mabda’an
yang berarti permulaan. Secara
terminologis berarti pemikiran
mendasar yang dibangun diatas pemikiran-pemikiran (cabang )
[dalam Al-Mausu’ah al-Falsafiyah,
entry al-Mabda’]. Al-
Mabda’(ideologi) : pemikiran
mendasar (fikrah raisiyah) dan
patokan asasi (al-qaidah al- asasiyah) tingkah laku. Dari segi
logika al-mabda’ adalah
pemahaman mendasar dan asas
setiap peraturan [lihat catatan tepi
kitab Ususun Nahdhah ar-Rasyidah,
hal 36] Definisi lain Selain definisi di atas, berikut ada
beberapa definisi lain tentang
ideologi: Gunawan Setiardjo : Ideologi adalah kumpulan ide
atau gagasan atau aqidah
‘aqliyyah (akidah yang sampai
melalui proses berpikir) yang
melahirkan aturan-aturan dalam
kehidupan. Destutt de Tracy: Ideologi adalah studi terhadap
ide – ide/pemikiran tertentu. 2
april 2004 Descartes: Ideologi adalah inti dari semua
pemikiran manusia. 5 mei 2004 Machiavelli: Ideologi adalah sistem
perlindungan kekuasaan yang
dimiliki oleh penguasa. 1
agustus 2006 Thomas H: Ideologi adalah suatu cara untuk
melindungi kekuasaan
pemerintah agar dapat bertahan
dan mengatur rakyatnya. 23
oktober 2004 Francis Bacon: Ideologi adalah sintesa
pemikiran mendasar dari suatu
konsep hidup. 5 januari 2007 Karl Marx: Ideologi merupakan alat untuk
mencapai kesetaraan dan
kesejahteraan bersama dalam
masyarakat. 1 mei 2005 Napoleon: Ideologi keseluruhan pemikiran
politik dari rival–rivalnya. 22
desember 2003 Muhammad Ismail: Ideologi (Mabda’) adalah Al-
Fikru al-asasi al-ladzi hubna
Qablahu Fikrun Akhar, pemikiran
mendasar yang sama sekali tidak
dibangun (disandarkan) di atas
pemikiran pemikiran yang lain. Pemikiran mendasar ini
merupakan akumulasi jawaban
atas pertanyaan dari mana,
untuk apa dan mau kemana
alam, manusia dan kehidupan ini
yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan
kehidupan setelahnya? 24 april
2007 Dr. Hafidh Shaleh: Ideologi adalah sebuah
pemikiran yang mempunyai ide
berupa konsepsi rasional
(aqidah aqliyah), yang meliputi
akidah dan solusi atas seluruh
problem kehidupan manusia. Pemikiran tersebut harus
mempunyai metode, yang
meliputi metode untuk
mengaktualisasikan ide dan
solusi tersebut, metode
mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke
seluruh dunia. 12 november
2008 Taqiyuddin An-Nabhani: Mabda’ adalah suatu aqidah
aqliyah yang melahirkan
peraturan. Yang dimaksud
aqidah adalah pemikiran yang
menyeluruh tentang alam
semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada
sebelum dan setelah kehidupan,
di samping hubungannya
dengan Zat yang ada sebelum
dan sesudah alam kehidupan di
dunia ini. Atau Mabda’ adalah suatu ide dasar yang
menyeluruh mengenai alam
semesta, manusia, dan hidup.
Mencakup dua bagian yaitu,
fikrah dan thariqah. 17 juli 2005 Secara garis besar dapat
disimpulkan bahwa Ideologi
(mabda’) adalah pemikiran yang
mencakup konsepsi mendasar
tentang kehidupan dan memiliki
metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta,
metode menjaga pemikiran tersebut
agar tidak menjadi absurd dari
pemikiran-pemikiran yang lain dan
metode untuk menyebarkannya. Sehingga dalam Konteks definisi
ideologi inilah tanpa memandang
sumber dari konsepsi Ideologi,
maka Islam adalah agama yang
mempunyai kualifikasi sebagai
Ideologi dengan padanan dari arti kata Mabda’ dalam konteks bahasa
arab. Apabila kita telusuri seluruh dunia
ini, maka yang kita dapati hanya ada
tiga ideologi (mabda’). Yaitu
Kapitalisme, Sosialisme termasuk
Komunisme, dan Islam. Untuk saat
ini dua mabda pertama, masing- masing diemban oleh satu atau
beberapa negara. Sedangkan
mabda yang ketiga yaitu Islam, saat
ini tidak diemban oleh satu
negarapun, melainkan diemban
oleh individu-individu dalam masyarakat. Sekalipun demikian,
mabda ini tetap ada di seluruh
penjuru dunia. Sumber konsepsi ideologi
kapitalisme dan Sosialisme berasal
dari buatan akal manusia,
sedangkan Islam berasal dari
wahyu Allah SWT (hukum syara’). Ibnu Sina mengemukakan masalah
tentang ideologi dalam Kitab-nya
“Najat”, dia berkata: “Nabi dan penjelas hukum Tuhan
serta ideologi jauh lebih dibutuhkan
bagi kesinambungan ras manusia,
dan bagi pencapaian manusia akan
kesempurnaan eksistensi
manusiawinya, ketimbang tumbuhnya alis mata, lekuk tapak
kakinya, atau hal-hal lain seperti itu,
yang paling banter bermanfaat bagi
kesinambungan ras manusia,
namun tidak perlu sekali.”

Posted on Agustus 29, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: