DEFINISI DAN PEMBAGIAN MONOTEISME

Monoteisme (berasal dari kata Yunani monon yang berarti tunggal dan Theos yang berarti Tuhan) adalah kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu/tunggal dan berkuasa
penuh atas segala sesuatu. Macam-macam Terdapat berbagai bentuk
kepercayaan monoteis, termasuk: Teisme, istilah yang mengacu kepada keyakinan akan tuhan
yang ‘pribadi’, artinya satu tuhan
dengan kepribadian yang khas,
dan bukan sekadar suatu
kekuatan ilahi saja. Deisme adalah bentuk monoteisme yang meyakini
bahwa tuhan itu ada. Namun
demikian, seorang deis menolak
gagasan bahwa tuhan ini ikut
campur di dalam dunia. Jadi,
deisme menolak wahyu yang khusus. Sifat tuhan ini hanya
dapat dikenal melalui nalar dan
pengamatan terhadap alam.
Karena itu, seorang deis
menolak hal-hal yang ajaib dan
klaim bahwa suatu agama atau kitab suci memiliki pengenalan
akan tuhan. Teisme monistik adalah suatu
bentuk monoteisme yang ada
dalam Hindu. Teisme seperti ini berbeda dengan agama-agama
Semit karena ia mencakup panenteisme, monisme, dan pada saat yang sama juga
mencakup konsep tentang
Tuhan yang pribadi sebagai
Yang Tertinggi, Mahakuasa, dan
universal. Tipe-tipe monoteisme
yang lainnya adalah monisme bersyarat, aliran Ramanuja atau Vishishtadvaita, yang mengakui bahwa alam adalah bagian dari
Tuhan, atau Narayana, suatu bentuk panenteisme, namun di dalam Yang Mahatinggi ini ada
pluralitas jiwa dan Dvaita, yang berbeda dalam arti bahwa ia
bersifat dualistik, karena tuhan
itu terpisah dan tidak bersifat
panenteistik. Panteisme berpendapat bahwa alam sendiri itulah Tuhan. Pemikiran ini menyangkal
kehadiran Yang Mahatinggi yang
transenden dan yang bukan
merupakan bagian dari alam.
Tergantung akan
pemahamannya, pandangan ini dapat dibandingkan sepadan
dengan ateisme, deisme atau teisme. Panenteism adalah suatu bentuk teisme yang berkeyakinan bahwa alam adalah bagian dari
tuhan, tapi tuhan tidaklah identik
dengan alam. Pandangan ini
diikuti oleh teologi proses dan juga Hindu. Menurut Hindu, alam
adalah bagian dari Tuhan, tetapi
Tuhan tidak sama dengan alam
melainkan
mentransendensikannya. Akan
tetapi, berbeda dengan teologi proses, Tuhan dalam Hinduisme
itu Mahakuasa. Panenteisme
dipahami sebagai “Tuhan ada di
dalam alam sebagaimana jiwa berada di dalam tubuh”. Dengan
penjelasan yang sama,
panenteisme juga disebut teisme
monistik di dalam Hinduisme.
Namun karena teologi proses
juga tercakup di dalam definisi yang luas dari panenteisme dan
tidak menerima kehadiran Yang
Mahatinggi dan Yang
Mahakuasa, pandangan Hindu
dapat disebut sebagai teisme
yang monistik. Monoteisme substansi,
ditemukan misalnya dalam
sejumlah agama pribumi Afrika,
yang berpendapat bahwa tuhan
yang banyak itu adalah
perwujudan dari substansi yang satu yang ada di belakangnya,
dan bahwa substansi yang ada
di belakangnya itulah Allah.
Pandangan ini banyak miripnya
dengan pandangan Tritunggal Kristen tentang tiga pribadi yang
mempunyai hakikat yang sama

Posted on Agustus 27, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: