Sejarah Gereja dan Aliran dalan Kristen

Gereja dimulai 40 hari sesudah
kebangkitan Yesus (sekitar tahun
30 Masehi) Yesus sudah berjanji
bahwa Dia akan mendirikan
gerejaNya (Matius 16:18), dan dengan datangnya Roh Kudus pada
hari Pentakosta (Kisah 2:1-4), Gereja (“kumpulan yang dipanggil keluar”)
secara resmi dimulai. Tiga ribu orang
yang menerima khotbah Petrus
pada hari itu dan memilih untuk
mengikuti Kristus. Petobat-petobat pertama kepada
kekristenan adalah orang-orang
Yahudi atau peganut-penganut
Yudaisme, dan gereja berpusat di
Yerusalem. Karena itu kekristenan
pada mulanya dipandang sebagai sekte Yahudi, sama seperti orang-
orang Farisi, Saduki, atau Esseni.
Namun demikian, apa yang
dikhotbahkan para rasul berbeda
secara radikal dari apa yang
diajarkan oleh kelompok-kelompok Yahudi lainnya. Yesus adalah Mesias
orang Yahudi (Raja yang Diurapi)
yang datang untuk menggenapi
Hukum Taurat (Matius 5:17) dan mendirikan Perjanjian Baru yang
berdasarkan pada kematianNya
(Markus 14:24). Berita ini, dan tuduhan bahwa mereka telah
membunuh Mesias mereka sendiri,
membuat banyak pemuka Yahudi
menjadi marah, dan beberapa
orang, seperti Saul dari Tarsus,
mengambil tindakan untuk memusnahkan “Jalan” itu (Kisah 9:1-2). Periode gereja mula-mula dimulai
sejak dimulainya pelayanan rasul Petrus, Paulus dan lain-lainnya dalam memberitakan kisah Yesus
hingga bertobatnya Kaisar Konstantinus I, kurang lebih tahun 33 hingga 325. Pada periode ini gereja dan orang-orang Kristen mengalami penganiayaan, terutama penganiayaan fisik, namun bapak-
bapak gereja mulai menulis tulisan-
tulisan Kristen yang pertama dan
ajaran-ajaran yang menyeleweng
yang bermunculan diatasi. Tidak lama setelah Pentakosta, pintu
gereja terbuka kepada orang-orang
bukan Yahudi. Rasul Filipus
berkhotbah kepada orang-orang
Samaria (Kisah 8:5), dan banyak dari mereka yang percaya kepada
Kristus. Rasul Petrus berkhotbah
kepada rumah tangga Kornelius
yang bukanlah orang Yahudi (Kisah 10) dan mereka juga menerima Roh Kudus. Rasul Paulus (mantan
penganiaya gereja) memberitakan
Injil di seluruh dunia Greko-Romawi,
sampai ke Roma sendiri (Kisah 28:16) dan bahkan mungkin sampai ke Spanyol. Pada tahun 70, tahun di mana
Yerusalem dihancurkan, kitab-kitab
Perjanjian Baru telah lengkap dan
beredar di antara gereja-gereja.
Untuk 240 tahun berikutnya, orang-
orang Kristen dianiaya oleh Roma, kadang secara acak, kadang atas
perintah pemerintah. Pada abad kedua dan ketiga,
kepemimpinan gereja mejadi makin
hirakhis seiring dengan
peningkatan jumlah. Beberapa
ajaran sesat diungkapkan dan
ditolak pada zaman ini, dan kanon Perjanjian Baru disepakati.
Penganiayaan terus meningkat.

Posted on Agustus 25, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: