Konflik dalam islam pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW

Musibah besar menimpa umat Islam
pada masa awal Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Musibah itu berupa permusuhan di antara sebagian
umat Islam yang meminta korban
jiwa dan harta yang tidak sedikit.
Pihak-pihak yang bermusuhan itu
semula hanya memperebutkan kedudukan kekhalifahan kemudian bergeser kepada bidang Syari’at dan Aqidah dengan membuat Al Hadist
Maudlu’ (palsu) yang jumlah dan macamnya tidak tanggung-
tanggung guna mengesahkan atau
membenarkan dan menguatkan
keinginan / perjuangan mereka
yang saling bermusuhan itu.
Untungnya mereka tidak mungkin memalsukan Al Quran, karena selain
sudah didiwankan (dibukukan)
tidak sedikit yang telah hafal. Hanya
saja mereka yang bermusuhan itu
memberikan tafsir-tafsir Al Quran
belaka untuk memenuhi keinginan atau pahamnya. Keadaan menjadi semakin
memprihatinkan dengan
terbunuhnya Khalifah Husain bin Ali bin Abi Thalib di Karbala (tahun 61 H / 681 M). Para sahabat kecil yang masih hidup dan terutama para
tabi’in mengingat kondisi demikian
itu lantas mengambil sikap tidak mau lagi menerima Al Hadist
baru, yaitu yang sebelumnya tidak mereka miliki. Kalaupun menerima,
para shabat kecil dan tabi’in ini
sangat berhat-hati sekali. Diteliti
dengan secermat-cermatnya
mengenai siapa yang menjadi
sumber dan siapa yang membawakannya. Sebab mereka ini
tahu benar siapa-siapa yang
melibatkan diri atau terlibat dalam
persengketaan dan permusuhan
masa itu. Mereka tahu benar
keadaan pribadi-pribadi sumber / pemberita Al Hadist. Misal apakah
seorang yang pelupa atau tidak,
masih kanak-kanak atau telah
udzur, benar atau tidaknya sumber
dan pemberitaan suatu Al Hadist
dan sebagainya. Pengetahuan yang demikian itu diwariskan kepada
murid-muridnya ialah para tabi’ut
tabi’in. Umar bin Abdul Aziz seorang khalifah dari Bani Umayah (tahun 99
– 101 H / 717 – 720 M) termasuk angkatan tabi’in yang memiliki jasa
yang besar dalam penghimpunan Al
Hadist. Para kepala daerah
diperintahkannya untuk
menghimpun Al Hadist dari para
tabi’in yang terkenal memiliki banyak Al Hadist. Seorang tabi’in
yang terkemuka saat itu yakni Muhammad bin Muslim bin
‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin
Syihab Az Zuhri (tahun 51 – 124 H / 671 – 742 M) diperintahkan untuk melaksanakan tugas tersebut.
Untuk itu beliau Az Zuhri
menggunakan semboyannya yang
terkenal yaitu al isnaadu minad diin, lau lal isnadu la qaala man
syaa-a maa syaa-a (artinya : Sanad itu bagian dari agama, sekiranya
tidak ada sanad maka berkatalah
siapa saja tentang apa saja). Az Zuhri melaksanakan perintah itu
dengan kecermatan yang setinggi-
tingginya, ditentukannya mana
yang Maqbul dan mana yang
Mardud. Para ahli Al Hadits
menyatakan bahwa Az Zuhri telah menyelamatkan 90 Al Hadits yang
tidak sempat diriwayatkan oleh
rawi-rawi yang lain. Di tempat lain pada masa ini muncul
juga penghimpun Al Hadist yang
antara lain: di Mekkah – Ibnu Juraid (tahun 80 – 150 H / 699 – 767 M) di Madinah – Ibnu Ishaq (wafat tahun 150 H / 767 M) di Madinah – Sa’id bin ‘Arubah
(wafat tahun 156 H / 773 M) di Madinah – Malik bin Anas
(tahun 93 – 179 H / 712 – 798 M) di Madinah – Rabi’in bin Shabih
(wafat tahun 160 H / 777 M) di Yaman – Ma’mar Al Ardi (wafat tahun 152 H / 768 M) di Syam – Abu ‘Amar Al Auzai (tahun 88 – 157 H / 707 – 773 M) di Kufah – Sufyan Ats Tsauri
(wafat tahun 161 H / 778 M) di Bashrah – Hammad bin
Salamah (wafat tahun 167 H /
773 M) di Khurasan – ‘Abdullah bin Mubarrak (tahun 117 – 181 H /
735 – 798 M) di Wasith (Irak) – Hasyim (tahun
95 – 153 H / 713 – 770 M) Jarir bin ‘Abdullah Hamid (tahun
110 – 188 H / 728 – 804 M) Yang perlu menjadi catatan atas
keberhasilan masa penghimpunan Al Hadist dalam kitab-kitab pada masa Abad II Hijriyah ini, adalah bahwa Al Hadist tersebut belum dipisahkan mana yang Marfu’,
mana yang Mauquf dan mana
yang Maqthu’

Posted on Agustus 25, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Kita lihat apa sebenarnya yang terjadi bagiku muhamadyiah dan NU sudah cukup…bisa menjaga Akidah dan perdamilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: