Bunda Maria dalam Sejarah dan Al Kitab

says – Atom says ▼ ‹ Beranda Lihat versi web Sabtu, 06 Maret 2010 atha di 22:09 Sejarah Bunda MAria Maria (Aram-Yahudi םירמ Maryām
“pahit”; Bahasa Yunani
Septuaginta Μαριαμ, Mariam,
Μαρια, Maria; Bahasa Arab:
Maryem, ﻢﻳﺮﻣ) adalah ibu Yesus
dan tunangan Yusuf[1] dalam Kekristenan dan Islam.
Menurut sumber-sumber non-
kanonik, orangtuanya bernama
Yoakim dan Hana. Sebuah teori
mengatakan bahwa nama
ayahnya adalah Heli, yang disebutkan dalam silsilah
menurut Lukas. Maria, yang saat
itu seorang perawan,
mengetahui dari malaikat Gabriel,
utusan Allah, bahwa ia akan
mengandung Yesus, anak dari Allah yang hidup, melalui
mukjizat dari Roh Kudus.
Karena Lukas 1:48 (“mulai dari
sekarang segala keturunan akan
menyebut aku berbahagia”),
Maria banyak diagungkan di kalangan orang Kristen,
khususnya di lingkungan Gereja
Katolik Roma dan Gereja
Ortodoks. Umat Muslim pun
sangat menghormatinya. Bidang
teologi Kristen yang berhubungan dengannya
disebut Mariologi. Pesta kelahiran
Maria dirayakan di kalangan
Gereja Ortodoks, Katolik Roma,
dan Anglikan pada 8 September.
Gereja Ortodoks dan Katolik Roma juga mempunyai banyak
hari perayaan lainnya untuk
menghormati Maria.
Gelar-gelar Maria
Gelar-gelar Maria yang paling
lazim antara lain adalah Perawan Terberkati Maria atau Bunda kita
(Notre Dame, Nuestra Señora,
Madonna).
Oleh Gereja Ortodoks dan tradisi-
tradisi Timur dalam Gereja
Katolik, Maria kerap disebut juga sebagai Theotokos. Gelar bagi
Maria ini diakui dalam Konsili
Ekumenis III di Efesus pada
tahun 431. Theotokos sering
diterjemahkan ke dalam Bahasa
Indonesia sebagai “Bunda Allah,” atau lebih harafiah lagi
“Yang Melahirkan Allah.” Makna
Teologis yang terkandung dalam
gelar ini adalah bahwa putera
Maria, Yesus, adalah sepenuhnya
Allah dan sepenuhnya manusia, dan bahwa dua sifat Yesus (Illahi
dan insani) dipersatukan dalam
satu Pribadi tunggal.
Maria dalam Perjanjian Baru
Malaikat Agung Gabriel
mewartakan khabar kepada Maria. Lukisan karya El Greco
(1575)
Sedikit yang diketahui mengenai
riwayat hidup Maria dari
Perjanjian Baru. Dia adalah
kerabat dari Elizabet, istri dari imam Zakaria anggota golongan
imam Abiyah. Elizabet sendiri
seorang keturunan Harun[2].
Maria bertempat tinggal di
Nazareth di Galilea, kemungkinan
bersama dengan kedua orang tuanya, dan sementara itu telah
dipertunangkan dengan Yusuf
dari Keluarga Daud [3]. Para
Apologis Kristen kadang-kadang
menduga bahwa Maria,
sebagaimana Yusuf, juga adalah seorang keturunan Raja Daud.
Selama masa pertunangan
mereka – yakni tahap pertama
dalam pernikahan Yahudi;
selama masa tersebut, pasangan
yang dipertunangkan tidak diperbolehkan sama sekali untuk
berduaan saja di bawah satu
atap, meskipun sudah sah
disebut suami isteri – Malaikat
Gabriel mewartakan kepadanya
bahwa dia akan menjadi ibu dari Mesias yang dijanjikan itu
dengan cara mengandungnya
melalui Roh Kudus [4]. Ketika
Yusuf diberitahukan mengenai
kehamilan Maria dalam sebuah
mimpi oleh “seorang malaikat Tuhan”, dia terkejut; namun
malaikat itu berpesan agar Yusuf
tidak gentar dan mengambil
Maria sebagai isterinya. Yusuf
mematuhinya dengan secara
resmi melengkapi ritus pernikahan itu [5].
Karena malaikat telah
memberitahukan Maria bahwa
Elizabet, yang sebelumnya
mandul, kini secara ajaib telah
mengandung, Maria lalu segera mengunjungi kerabatnya itu,
yang tinggal bersama suaminya
Zakaria di sebuah kota Yudea “di
daerah
perbukitan” (kemungkinan di
Yuttah[6], bersebelahan dengan Maon, sekitar 160 km dari
Nazareth)[7]. Begitu Maria tiba
dan menyalami Elizabet, Elizabet
dengan segera menyatakan
Maria sebagai “ibu dari
Tuhannya”, dan meberinya sebuah kidung ungkapan
syukur[8] yang umum dikenal
sebagai Magnificat. Tiga bulan
sesudahnya, tampaknya sebelum
kelahiran Yohanes Pembaptis,
Maria pulang ke rumahnya[9]. Ketika kehamilan Maria sendiri
makin membesar, tiba sebuah
dekrit dari kaisar Romawi
Augustus[10] yang menitahkan
agar Yusuf dan sanak
keluarganya pergi ke Betlehem [11], sekitar 80 atau 90 mil
(kurang lebih 130 km) dari
Nazareth, untuk mengikuti
sensus. Ketika mereka berada di
Betlehem, Maria melahirkan
putera sulungnya; namun karena tidak ada tempat bagi mereka di
penginapan (tempat bernaung
yang disediakan bagi orang-
orang asing[12], dia harus
menggunakan sebuah palungan,
atau tempat makan hewan, sebagai buaian bayi.
Sesudah delapan hari, anak itu
disunat dan dinamai Yesus,
menurut instruksi yang diberikan
oleh “malaikat Tuhan” kepada
Yusuf setelah Maria menerima anunsiasi, karena nama ini
menunjukkan bahwa “dia [akan]
menyelamatkan umatnya dari
dosa-dosa mereka”[13].
Upacara-upacara tradisional
tersebut dilanjutkan dengan penyerahan Yesus kepada Tuhan
di Bait Allah di Yerusalem sesuai
dengan aturan hukum bagi
anak-anak sulung, kemudian
kunjungan orang-orang majus,
pengungsian keluarga itu ke Mesir, kembalinya mereka dari
sana setelah mangkatnya Raja
Herodes Agung sekitar tahun 2
atau 1 Sebelum Masehi, dan
menetap di Nazareth (Matius 2).
Maria tampaknya menetap di Nazareth selama kira-kira tiga
puluh tahunan tanpa peristiwa-
peristiwa istimewa. Dia terlibat
dalam satu-satunya peristiwa di
awal kedewasaan Yesus yang
tercatat dalam Perjanjian Baru: pada usia dua belas tahun, Yesus
terpisah dari orang tuanya dalam
perjalanan pulang mereka dari
perayaan Paskah di Yerusalem
lalu ditemukan di tengah para
guru di Bait Allah[14]. Kemungkinan besar antara
peristiwa tersebut sampai
dengan permulaan tampilnya
Yesus ke depan umum, Maria
menjadi janda, karena Yusuf
tidak disebut-sebut lagi. Setelah Yesus dibaptis oleh
Yohanes Pembaptis dan dicobai
oleh iblis di padang gurun, Maria
hadir ketika Yesus mengerjakan
mujizat pertamaNya di hadapan
umum pada pesta pernikahan di Kana dengan mengubah air
menjadi anggur berkat
perantaraan Maria[15].
Selanjutnya dalam beberapa
peristiwa Maria hadir bersama
“saudara-saudara” (Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas) serta
“saudari-saudari” Yesus yang
tidak disebutkan nama-namanya
[16]. Maria juga dilukiskan hadir
pada peristiwa penyaliban Yesus,
berdiri di dekat “murid yang dikasihi Yesus” bersama
saudarinya Maria Klopas
(kemungkinan besar Maria
Klopas adalah orang yang sama
dengan Maria ibu Yakobus muda
dan Yusuf yang disebutkan dalam[17], serta Maria Magdalena
[18]. Pada daftar itu Matius 27:55
menambahkan “ibu anak-anak
Zebedeus”, yang diduga
bernama Salome yang disebut-
sebut dalam Markus 15:40, serta wanita-wanita lain yang telah
mengikuti Yesus dari Galilea dan
melayaniNya (disebutkan dalam
Injil Matius dan Markus). Maria,
menggendong jenazah
puteranya, meskipun tidak tertulis dalam injil, merupakan
motif yang umum dalam seni,
yang disebut “pietà” atau
“kesalehan”.
Menurut Kisah Para Rasul,
sesudah kenaikan Yesus ke surga, kurang-lebih 120 jiwa
berkumpul di Kamar Atas pada
peristiwa terpilihnya Matias untuk
mengisi posisi Rasul yang
ditinggalkan Yudas Iskariot, di
mana Maria adalah satu-satunya orang yang disebutkan namanya
selain ke-12 rasul serta para
kandidat[19]. Sejak peristiwa ini,
namanya menghilang dari
Alkitab, meskipun beberapa
golongan Kristiani yang meyakini bahwa Maria sekali lagi
digambarkan sebagai Wanita
surgawi dalam Wahyu[20].
Kematiannya tidak tercatat dalam
Alkitab.
. Tulisan-tulisan dan tradisi-tradisi
umat Kristen selanjutnya
Menurut Injil Yakobus, yang,
meskipun bukanlah bagian dari
Kitab Perjanjian Baru, berisi
materi biografis mengenai Maria yang dianggap “dapat
dipercaya” oleh beberapa
kalangan Kristiani Ortodoks dan
Katolik, Maria adalah puteri dari
Yoakim dan Ana. Sebelum
mengandung janin Maria, Ana mandul, dan kedua orang tua
Maria sudah berusia lanjut ketika
dia dikandung. Mereka
membawa Maria untuk tinggal di
Bait Allah di Yerusalem ketika
umurnya baru tiga tahun, sangat mirip dengan peristiwa Hana
membawa Samuel untuk tinggal
di Tabernakel, sebagaimana
yang tercatat dalam Kitab
Perjanjian Lama (Tanakh, Alkitab
Ibrani). Menurut tradisi Katolik Romawi
dan Ortodoks Timur, antara tiga
sampai lima belas tahun sesudah
kenaikan Kristus, di Yerusalem
atau Efesus, Maria meninggal
dunia; disaksikan para rasul Kristus. Selanjutnya, ketika para
rasul membuka makamnya,
ternyata kosong, sehingga
mereka menyimpulkan bahwa
dia telah diangkat secara
badaniah ke Surga. (“Makam Maria” – sebuah makam di
Yerusalem diyakini sebagai
makam Maria, namun makam itu
baru dikenal pada abad ke-6.)
Maria dalam agama-agama non-
Abrahamik Beberapa penganut agama-
agama non-Abrahamik (non-
Samawi), khususnya para
penganut agama Wicca,
menghubung-hubungkan Maria
dengan Ibu Pertiwi dalam pelbagai tradisi Neo-pagan.
Beberapa umat Buddha bahkan
pernah menghubung-
hubungkan Maria dengan Kwan-
Yin, Bodhisattva Welas-Asih yang
dihormati oleh berbagai sekte Buddha di Tiongkok. Para
penganut agama Santeria
menganggap Maria (sebagai
Bunda Maria dari Regla) adalah
Dewi Yemaja, dan Maria (sebagai
“Virgen de la Caridad del Cobre”) adalah Dewi Oshun. Tapi
bagaimanapun, anggapan dan
pandangan perihal Maria secara
tepat hanya bisa dilihat dari
sudut pandang agama Kristiani
yang memang mengerti dan secara khas berkaitan dengan
Maria, dimana Maria sungguh
adalah makhluk ciptaan Tuhan
yang sangat mulia, terpuji di
antara wanita, memiliki posisi
yang istimewa di mata Tuhan, namun tetaplah bukan seorang
dewi atau pun makhluk
setengah Tuhan. Ia tetap
manusia biasa yang berkenan di
mata Tuhan.
Catatan ayat Alkitab 1. ^ Matius 1:18-20, Lukas 1:35
2. ^ Lukas 1:5, 1:36
3. ^ Lukas 1:26
4. ^ Lukas 1:35
5. ^ Matius 1:18-25
6. ^ Yosua 15:55, 21:16 7. ^ Lukas 1:39
8. ^ Lukas 1:46-56 bdk. 1 Samuel
2:1-10
9. ^ Lukas 1:56-57
10. ^ Lukas 2:1
11. ^ Mikha 5:2 12. ^ Lukas 2:6-7
13. ^ Matius 1:25, Lukas 2:21;
bdk. Matius 1:21
14. ^ Lukas 2:41-52
15. ^ Yohanes 2:1-11
16. ^ Matius 13:54-56, Markus 6:3, Kisah Para Rasul 1:14
17. ^ Matius 27:55, bdk. Markus
15:40
18. ^ Yohanes 19:25-26
19. ^ Kisah Para Rasul 1:12-26,
khususnya ayat 14, meskipun disebutkan dalam ayat ini bahwa
saudara-saudara Yesus juga
hadir
20. ^ Wahyu 12:1

Posted on Agustus 25, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: