Lao tse dan Kitab Suci Agama Tao

Lao-tzu seorang tokoh besar agama
Tao yang juga di kenal sebagi penulis kitab
terbesar agama Tao yang dikenal
dengan nama Tao-te-ching. Kitab ini sangat
legendaris dan selalu merebut
perhatian banyak orang. Begitu juga dengan
penulisnya, Lao Tzu tokoh yang
dianggap unik oleh para sarjana yang sangat mengusik
mereka untuk memastikan
keberadaannya karna selama ini mreka tidak menemukan
secara pasti tentang sejarah
hidupnya. Lebih jelasnya kita akan bahas pada makalah ini tentang
sejarah hidup Lao-tzu menurut para
sarjana beserta karya terbesarnya yakni Tao-
te-ching yang merupakan kitab
terbesar agama Tao. Selain Tao-te-ching dalam
kita juga akan membahas dua kitab
besar agama Tao lainnya yakni Chaungzu
dan Liezi SEJARAH HIDUP LAO TSe Lao Tse, Orang yang dikatakan
sebagai pelopor dan perintis Taoisme,
yang dikenal dengan beberapa nama.
Nama samarannya ialah Laozi yang berarti
“Guru Tua”. Nama dirinya Li Erh dan
Lao-Tzu. Sedang nama dewasanya
Lao-chun, T’ai-shang lao-chun, atau
T’ai-shang Hsuan-yuan Huang-ti, juga
disebut Lao Tuna tau Lao Tan.[1] Tokoh ini sangat unik dan tidak jelas
riwayat hidupnya, berdasarkan tulisan
dari Huston Smit, Lao Tse lahir di
negeri China pada tahun 640 SM.
Dikatakan juga bahwa dia hidup tiga
abad kemudian dari tahun tersebut (640 SM), Sedangkan sarjana lain
meragukan tokoh yang unik ini,
apakah dia benar-benar ada atau
hanya dongeng saja yang
berkembang dalam masyarakat China.
[2] Di balik ketenarannya, Lao Tsu tetap seorang tokoh yang kabur
dalam hal kepastian keberadaannya.
Sumber utama tentang kehidupannya
adalah biografi yang terdapat didalam
shih-chi (catatan-catatan historis)
karya Ssu-ma ch’ien. Sejarawan yang menulis pada 100 SM ini mempunyai
sedikit informasi yang dapat
diandalkan mengenai Lao-tzu. Dia
mengatakan bahwa Lao-tsu adalah
seorang penduduk asli Chu-jen,
sebuah desa di Distrik Hu di negri Ch’u, yang sekarang adalah Lu-yi di bagian
timur propinsi Honan. Menurut
kepercayaan popular, Dia lahir sekitar
570 SM.[3] Nama keluarganya adalah
Li, nama dirinya Erh, nama
panggilannya Tan. Dia diangkat menjadi shih di pengadilan kerajaan
dinasti Chou. Sekarang shih berarti
sejarawan, tetapi di China zaman kuno
shih adalah sarjana yang
menghususkandiri didalam masalah-
masalah seperti astrologi dan ramalan dan bertanggung jawab mengurus
kitab-kitab suci. Dalam akhir perjalananya, Lao-tzu
dikabarkan menunggang seekor
kerbau dan pergi ke arah barat, yang
sekarang ini daerah ersebut dikenal
sebagai Tibet. Dilembah Hanoko dia
bertemu dengan seorang penjaga pintu gerbang negri tersebut yang
melarangnya untuk pergi karena
penjaga tersebut merasa tokoh yang
di jumpai merupakan tokoh yang
sangat luar biasa ilmunya, tapi usaha
penjaga tersebut sia-sia karena lao-tse memaksa untuk meninggalkan negeri
tersebut. Akhirnya lao tzu di
perkenankan pergi dengan syarat
harus meninggalkan suatu ajara yang
dapat di manfaatkan masyarakat.
Dengan penuh keikhlasan akhirnya Lao tzu menyanggupi permintaan
penjaga tersebut, kemudian dia
bermalam tiga hari untuk menuliskan
pikiran-pikirannya yang kemudian di
sebut tao-te-ching. kemudian
menyerahkan kepada penjaga tersebut dan ajaran-ajaran ini tetap
ada sampai sekarang. LAO TZU, SEBAGAI PRIBADI Sejarah mengenai Lao Tzu pertama
kali diketahui lewat Ssu-ma Ch’ien,
seorang sejarawan China, yang
menuliskan biografi Lao Tzu dalam
bukunya “Records of the
Historian” (shi-chi) pada 100 SM. Dalam buku tersebut dikisahkan diri
Lao Tzu secara sederhana karena
selama menjalani ajarannya ia hidup
menyepi dari dunia yang membuat
namanya tidak terlalu dikenal oleh
masyarakat luas pada waktu itu. Kehidupan pribadi Lao Tzu memang
dipenuhi dengan misteri. Ini
dikarenakan ia tengah menghidupi
jalan Tao yang membuatnya harus
menyingkir dari dunia dan bersatu
dengan alam. Ia sama sekali tidak meninggalkan jejak yang jelas. Hanya
buku Tao Te Ching saja yang bisa
diketahui dengan pasti. Maka, banyak
sejarawan dan filsuf menuliskan
biografi Lao Tzu sesuai dengan apa
yang mereka temukan. Dalam tulisan ini, kita akan berfokus pada tulisan
Ssu-ma Ch’ien tanpa bermaksud
menghilangkan tulisan para ahli
lainnya. Ssu-ma Ch’ien menuliskan
bahwa Lao Tzu diperkirakan lahir
pada 600 atau 400 SM di sebuah negara bagian Ch’u, di kabupaten
(district) K’u, kecamatan (county) Li,
dan Desa (hamlet) Ch’ü-jen . Nama
keluarga Lao Tzu adalah Li sedangkan
namanya sendiri adalah Erh. Ia juga
mempunyai sebutan atau gelar yaitu Tan. Ssu-ma Ch’ien sendiri merasa
kurang yakin apakah Lao Tan yang
legendaris adalah tokoh yang sama
dengan Lao Tzu sang penulis Tao Te
Ching . Umur Lao Tzu menurut Ssu-ma
Ch-ien mungkin sekitar 150 tahun, namun beberapa orang mengatakan
bahwa ia hidup hingga 200 tahun
lebih. Usia yang sangat panjang ini
diakui dan dipercaya dapat dicapai
olehnya mengingat ia hidup di jalan
Tao sebagai prinsip dasar hidupnya. Ssu-ma Ch’ien dalam bukunya juga
mengkaitkan Lao Tzu dengan dua
nama yang dentifikasinya kurang
lebih sama. Mereka adalah Lao-Lai
Tzu , seorang Taois yang diperkirakan
pernah dikunjungi oleh Konfusius, dan Lao Tan , seorang ahli astronomi.
Ketiga nama yang berbeda ini,
menurut Ssu-ma Ch-ien, adalah satu
orang yang sama. Nama Lao Tzu
dalam buku Ch-ien memang penuh
dengan misteri yang di kemudian hari akan selalu menjadi diskusi yang tidak
pernah selesai. Dalam skripsi ini,
penulis tidak menaruh perhatian lebih
dengan perbedaan-perbedaan ini dan
hanya akan lebih fokus pada hakekat
manusia menurut Lao Tzu. Menurut Ssu-ma Ch-ien, Lao Tzu dan Lao Lai Tzu
adalah orang yang sama, meskipun
beberapa ahli menganggapnya
berbeda. Ia mengisahkan bahwa Lao
Lai Tzu pernah dikunjungi oleh
Konfusius. Setelah kunjungan tersebut, Konfusius mendapatkan
pemahaman darinya tentang
kehidupan yang lepas dari
keangkuhan dan kemewahan
duniawi semata saja. Ia pernah
menasehati Konfusius untuk pensiun dari pekerjaannya di kerajaan. Lao Tzu
juga disebut sebagai seorang tua,
yang biasa membawa sekeranjang
rumput liar. Sebutannya seperti itu
sering dikaitkan dengan asal kata
namanya, yaitu Lao yang berarti orang tua dan Lai berarti merumput.
Sedangkan mengenai Lao Tan, para
ahli sampai sekarang ini masih belum
sepakat apakah Lao Tzu dan Tan
adalah orang yang sama atau bukan.
Hal ini diketahuidari sejarah yang menceritakan Tan yang mengunjungi
Pangeran Hsien dari Ch’in pada 374
SM. Beberapa ahli sejarah menyatakan
Tan adalah Lao Tzu, namun ada juga
yang menyangkal pernyataan ini.
Dalam tulisan ini, tokoh Tan dimasukan karena masuk dalam
penelitian Ssu-ma Ch-ien. Semasa
mudanya, Lao Tzu pernah bertugas
sebagai seorang pegawai kerajaan
pada masa Dinasti Chou (1111-255
SM) di sebuah kantor penyimpanan dokumen-dokumen dan surat-surat
kuno dan bersejarah. Dengan
diterimanya di kantor seperti itu, dapat
dipastikan kalau Lao Tzu merupakan
seorang yang ahli dalam ilmu astrologi
dan peramalan. Ia pun bertanggung jawab terhadap buku-buku suci dan
rahasia. Dalam masa kerjanya, ia
sudah mempraktekkan sebuah jalan
hidup, yang kemudian dikenal
sebagai aliran Taoisme.
Keutamaannya merupakan buah dari refleksi hidupnya selama berada di
dalam perpustakaan dokumen
penting tersebut. Ia menekankan
sebuah kehidupan yang jauh dari
keinginan diri atau hasrat semata yaitu
suatu kehidupan yang murni dan bersih. Pengetahuan seperti ini ia
dapat dari pengalaman hidupnya
yang kental dengan suasana kerjanya
yaitu menekuni dokumen dan surat
kuno. Ia ingin mengajak manusia
kembali menghidupi Tao Dalam masa pensiunnya, ia
mempraktekkan prinsip jalan dan
keutamaan tersebut. Ia semakin
menjalankannya secara radikal yaitu
dengan menjauh dari dunia dan hidup
dihutan. Lewat usahanya tersebut, ia dapat hidup panjang dan ini
merupakan buah dari usahanya
menjalankan prinsip-prinsip
kehidupan yang dibuatnya. Jalan Tao
muncul karena suatu protes terhadap
manusia yang sangat peduli pada dirinya sendiri, yang menurut Lao Tzu
merusak dirinya sendiri. Contoh yang
paling konkrit pada masa itu adalah
perang. Perang sangat dibenci Lao Tzu
karena perang sangat mementingkan
diri penguasa saja. Rakyat dengan perang menjadi semakin tepuruk dan
menderita. Tidak ada kebahagiaan
dan kedamaian yang didapat dari
peperangan Manusia memang harus
menemukan kebahagiaan, bukan
kesuksesan. Ini didiapat dengan mengikuti jalan Tao, bersatu dalam
gerak Tao. Ssu-ma Ch’ien mengatakan
bahwa Lao Tzu dalam hidup di jalan
Tao juga merupakan seorang pribadi
yang sangat asketis. Ia hidup
menyendiri terpisah dari dunia yang ramai, mungkin di dalam gua, dengan
menekankan prinsip hidup wu wei,
yaitu kesederhanaan, penuh
kedamaian, ketenangan batin, dan
kemurnian pikiran atau budi Menurut Lao Tzu, hidup mengikuti
dunia dan berusaha memperbaikinya
merupakan suatu penurunan atau
kemunduran kehidupan. Ia
menyatakan bahwa praktek hidup
dalam jalannya bisa membantu memperbaiki kehidupan manusia di
dunia ini. Maka ketika ia hendak
pensiun, ia mengungkapkan praktek
hidupnya tersebut di atas kertas
sebanyak 5000-an kata. Usaha ini
sebenarnya dibuat atas permintaan Yin-hsi, seorang penjaga gerbang. Ide
yang tertuang dalam satu buku
tersebut yang kemudian dipisah
menjadi dua bagian, yaitu jalan (Tao)
dan daya hidup (Te), yang merupakan
refleksi Lao Tzu mengenai kehidupan dan cara menanggapi kehidupan
tersebut. Buku ini kemudian dikenal
dengan kitab Tao Te Ching. Isi kitab ini
berupa prinsip-prinsip dan hukum-
hukum untuk kehidupan manusia
agar tetap selaras dengan sesama dan alam. Lao Tzu, secara psikologis,
mengembangkan jalan Tao ini
dikarenakan ia berkembang dalam
dunia yang lemah dan tak berdaya.
Lingkungan daerahnya yang miskin
dan kecil mendasarkan ajarannya untuk bersikap lembut dan selaras
dengan alam. Ia tidak mengajak
pengikutnya untuk mampu
mengintrospeksi diri dan kemudian
memperbaiki apa yang telah
diperbuatnya. Ia juga tidak mengajak orang untuk berjuang meraih impian
di masa depan. Kesatuan dan
keselarasan dengan alam adalah
tujuannya. Dalam kesatuan tersebut
kebahagiaan akan ditemukan. Solusi
yang digunakan Lao Tzu dalam memperbaiki negara adalah
menghindar dari struktur
pemerintahan karena oknum-oknum
dalam dinastilah sumber utama
ketidakberesan. Merekalah yang
menciptakan adanya peperangan. Menurutnya jalan hidup sederhana ini
adalah solusi tepat agar dinasti bisa
maju dan berkembang dengan saling
menghargai dan menghargai
martabat manusia. Pada waktu buku
Tao Te Ching ini ditulis, Dinasti Chou memang sedang mengalami masa
kemunduran. Jika dinasti ingin terus
bangkit, dinasti harus mengurangi
peranannya dalam masyarakat. Dinasti
tidak boleh terlalu ikut campur.
Biarkan saja segalanya berjalan seperti adanya. Nama Lao Tzu sebagai
pribadi selalu dikenang sepanjang
masa. Para konfusianis
mengenangnya sebagai seorang filsuf
yang dihormati, di mana Konfusius
sendiri juga mengaguminya dan mengkonotasikannya seperti seekor
naga yang dengan lihai terbang
menembus awan dan angin.
Masyarakat luas juga mengenangnya
sebagai seorang suci atau dewa. Para
Taoist sendiri menyatakan bahwa Lao Tzu adalah emanasi dari Tao. GAGASAN-GAGASAN LAO TZU Gagasan-gasan serta ide-ide Lao Tsu
semuanya tertuang dalam karyanya
yang dikenal dengan nama Tao-te-
ching yang juga merupakan kitab
terbesar Agama Tao. Isi kitab Tao-te-
ching sendiri beberapa akan di bahas pada pembahasan selanjutnya (kitab
suci agama Tao).Dan diantara Ide-ide
Lao tzu bias di contohkan yakni
konsep tentang Wu- Wei dan Yin Yang
yang pembahasannya akan di bahas
pada makalah selanjutnya. KITAB SUCI AGAMA TAO 1. Tao-te-ching Tao-te-ching atau kadang di eja
menjadi Daodejing adalah nama
sebuah kitab klasik penganut
Taoisme. Ada yang mengartikan judul
buku ini sebagai klasik tentang jalan
kuasa. Ada juga yang mengartikan sebagai kita hukum dunia dan
kekuatannya. Judul lainnya judul
lainnya adalah 5000 kata La-Tzu dan
Laozi. Yang pertama menegaskan
tentang pengarang kitab ini dan
jumlah kata yang dikandungnya, yang dalam karakter China memang
terdiri dari 5000 karakter. Judul
kedua hanya menunjukkan kepada
pengarangnya yakni Laozi yang
berarti “guru tua”. Tentu saja ini
bukan nama sebenarnya tetapi samaran. Nama dirinya sebenarnya
adalah Li Erh dan Lao-Tzu. Sedang
nama dewasanya Lao-chun, T’ai-
shang lao-chun, atau T’ai-shang
Hsuan-yuan Huang-ti, juga disebut
Lao Tunatau Lao Tan.[5] Kitab ini di tulis Lao-tzu pada abad
ke6 SM.[6] Ada yang menyebutkan
bahwa kitab ini muncul pada
pertengahan abad ketiga sebelum
masehi. Pendapat ini di ajukan oleh
sejarawan besar china, Ssu-ma Ch’ien di dalam karyanya shih-chi (laporan-
laporan historis) yang menulis sekitar
tahun 100 SM. Menurutnya, kitab ini
ditulis pada masa dinasti Chou yang
berkuasa mulai kira-kira 1111 SM dan
berakhir pada 255 SM. Sedang menurut sejarawan modern, kitab ini
mulai di kenal pada masa dinasti Han
yang mulai berkuasa pada 206 SM
hingga 220 M.[7 ] Tao-te-ching dapat di artikan sebagai
kitab klasik atau kuno tentang jalan
dan keluhurannya, dapat di bagi
menjadi dua bagian. Bagian yang
pertama menjelaskan tentang Tao
yang diyakini ada dimana-mana dan asal mula dari segala sesuatu yang
ada di alam ini. Sebagaimana
disebutkan sebelumnya bahwa Tao
tidak dapat dibayangkan dan tidak
dapat dijangkau oleh akal pikiran
manusia. Sedangkan bagian kedua dari kitab tersebut adalah
membicarakan tentang Te yaitu daya
atau kekuatan yang diperoleh
denganmengikuti Tao. Secara
keseluruhan kitab ini terdiri dari 82
bab.[8]Laozi mengungkapkan Tao melalui lirik yang indah dan puitis
sehingga membangkitkan semangat
para pembacanya. Tao –te-ching
mengungkapkan konsep-konsep
yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnyasecara sistematis, sehingga memberikan dasar
pemahaman bagi semua
orang.Berikut ini adalah beberapa isi
kitab tao-te-ching yang dapat kami
tulis Tao-Te Ching[9] Sang Tao yang dapat diceritakan Bukan Sang Tao abadi Nama yang dapat di namai Bukan nama abadi Yang tak dapat dinamai nyata selamanya Penamaan adalah asal mula semua hal
yang khusu Bebas dari keinginan, engkau
menyadari misteri Terperangkap dalam
keinginan, engkau hanya melihat pnjelmaan-penjelmaan namun
misteri dan penjelmaan-penjelmaan
muncul dari sumber yang sama
Sumber ini di sebut kegelapan
Kegelapan di dalam kegelapan Pintu
gerbang bagi semua pengertian 2. Ketika orang melihat beberapa hal indah, hal-hal lain menjadi jelek. Ketika orang melihat hal baik, hal-hal
lain menjadi buruk Ada dan tiada saling menciptakan Sulit dan mudah saling mendukung Panjang dan pendek saling
menetapkan Tinggi dan rendah saling tergantung Sebelum dan sesudah saling menyusul Oleh karena itu sang guru bertindak
tanpa melakukan suatu apapun dan
mengajar tanpa mengatakan apapun
Benda-benda muncul dan dia
membiarkan mereka datang Benda-benda lenyap dan dia
membiarkan mereka pergi Dia mempunyai tetapi tidak memiliki, bertindak tetapi tidak mengharapkan Ketika pekerjaan sudah di lakukan,
Dia melupakan nya Karena itulah Ia lestari selamanya. 2. Chuang-Tzu[10] disamping Tao-te-ching kita juga
mengenalkitab lain yakni Cuang-Tzu
atau Zuangzi, yang merupakan
kumpulan 33 bab esai yang terbagi
menjadi tiga bagian: Bab Dalam (nei-
p’ien), bab Luar (wai-p’ien) dan bab lain-lain (tsa-p’ien), sebagaimana
banyak naskah kuno yang lain.
Cuang-tzu yang kita miliki sekarang
ini kurang lengkap. Kitab Chuang-tzu
yang ada sekarang ini ada
kemungkinan disatukan pada awal abad ke-4. Pada masa dinasti T’ang,
status kitab ini terangkat ketika kitab
ini menjadi satu dari tiga kitab klasik
Tao, bersama dengan Tao-te-ching
dan Lieh-tzu. Chaung-tzu dianggap
para ahli sebagai karya ke dua dari filsafat Taoisme. Kitab ini diberi nama
oleh pengarangnya pada abad ke4
SM, Zhuangzi (guru Zhuang), dan
nama lain untuk Zhuangzi adalah
Zhuang-zho. Kitab ini lebih banyak
diperuntukan untuk rakyat jelata sebagai pedoman hidup mereka,
ketimbang para penguasa. Zhuangzi
yang juga di kenal sebagai nama
pnulisnya, dikenal sebagai tokoh
yang senag mewujudkan Tao yang
tidak terbatas dalam dirinnya. Guna untuk mempertahannkan nilai-nilai
kemanusiaan dalam hidup ini. Dia
melihat realitas alam dan
menggambarkan alam sebagai
sesuatu yang tidak terbatas atau kekal
yang ada dialam ini dengan cara berbeda-beda. Dia juga melihat bahwa
perubaha-perubahan yang terjadi
dalam hidup ini dan juga dalam
kematian sebagai perpaduan dengan
Tao atau tidak terlepas dari unsur Tao.
Kitab ini juga berbicara tentang keabadian dan kekekalan hidup.
Sedikit sekali kita mengetahui tentang
seluk-beluk kehidupan Zhuangzi.
Menurut Sima Qian, seorang
sejarahwan dari Dinasti Han, Zhuangzi
lahir satu abad setelah kematian Konfusius, pada periode Perang Antar
Negara (403-221SM). Nama aslinya
Zhou (周, Zhōu). Kadang namanya
ditulis Chuang Tzŭ, Chuang Tsu,
Zhuang Tze.Zhuangzi diperkirakan
hidup pada jaman Raja Hui dari Liang 梁 惠王 dan Raja Xuan dari Qi, sekitar 370–
301 SM. Dia datang dari daerah Meng
dimana dia bekerja sebagai serorang
pejabat kecil. Karena ingin menarik
diri kepada kehidupan pribadi, ia
menolak tawaran Raja Wei Chu untuk menjadi perdana mentri.[11] Semua
ide-ide Zhuangzi menjadi sangat
penting bagi tradisi keagamaan
taoisme diseluruh Dunia. Pemikiran
Zhuangzi yang tertuang didalam
kitabnya (yang juga disebut kitab Zhuangzi atau Chuang-tzu) ditulis
dalam 7 bab, sedangkan pemikiran
yang lain ditulis sebanyak 26 bab
yang barangkali karya dari murid-
muridnya yang sangat cerdas dan
sangat bijaksana. Isi dan bagian-bagian Zuangzi[12] Bagian Asli 1. Pengembaraan bebas〈 逍 遥 游 〉- Bebas mengembara tanpa
berkelobaan, dan berketamakan kejayaan. 2. Kesimultanan alam 〈 齐 物 论 〉- Kesemuaan benda di alam ini
wujud bersama diri kita. Perbedaan
yang terdapat antara satu
dengan lain adalah dikarenakan nafsu kita. Jikalau
nafsu ini tidak muncul,
perbedaan dalam alam ini juga tidak muncul. 3. Kesehatan sukma〈 养 生 主 〉- Kesehatan sukma lebih
dipentingkan daripada tubuh badan kita.
Kesehatan sukma perlu sentiasa
diperbaiki untuk mencapai kesempurnaan sukma. 4. Amalan manusia〈 人 间 世 〉- Manusia sampai bila-bila pun mengingatkan kemasyhuran,
kekayaan dan kebendaan. Sifat-
sifat inilah membawakan kecelakaan kepada manusia
sendiri. 5. Kelegaan〈 德 充 符 〉- Kelegaan perlu dicapai supaya
kehidupan kita tidak terganggu oleh
perasaan atau kedirian kita. 6. Kealaman〈 大 宗 师 〉- Arti asli〈 大 宗 师 〉 adalah guru kehormat. Guru
kehormat yang diartikan adalah Dao, kealaman.
Pada peringkat akhir,
kesemuanya kembali ke alam dengan semula jadi
dengan Dao. 7. Kerakyatan〈 应 帝 王 〉- Displomasi Negara perlu
bergantung kepada keutamaan rakyat.
Memperketatan atau
memperbanyakkan undang-
undang negara tidak membawakan
kesejahteraan tetapi kebarahan. Bagian Luaran 1. Empu terlebih〈 骈 拇 〉 2. Kuku kuda〈 马 蹄 〉 3. Bagasi terbuka〈 胠 箧 〉 4. Kesabaran〈 在 宥 〉 5. Dunia〈 天 地 〉 6. Arus alamiah〈 天 道 〉 7. Gerakan alamiah〈 天 运 〉 8. Mempertabah〈 刻 意 〉 9. Memperbaiki diri〈 缮 性 〉 10. Air musim panas〈 秋 水 〉 11. Kebahagian tersempurna〈 至 乐 〉 12. Mencapai kevitalan〈 达 生 〉 13. Gunung dan kayu〈 山 木 〉 14. Yuzifang〈 田 子 方 〉 (Nama watak
utama) 15. Pengembaraan utara Zhi〈 知 北 游 〉
(perjumpaan Laozi dan Kong Hu Cu Bagian Umum 1. Geng Sang Chu〈 庚 桑 楚 〉(Nama watak utama) 2. Xu Wu Gui〈 徐 无 鬼 〉(Nama watak
utama) 3. Zeyang〈 则 阳 〉(Nama watak utama) 4. Kebendaan〈 外 物 〉 5. Misteri〈 寓 言 〉 6. Memperlepaskan takhta〈 让 王 〉 7. Daozhi〈 盗 跖 > 8. Pedang〈 说 剑 〉 9. Nelayan 〈 渔 父 〉 10. Lie Yu Kuo 〈 列 御 寇 〉(Nama watak
utama) 11. Dunia alam semesta〈 天 下 3. Liezi[13] Kitab lezi atau lieh-tzu, dianggap
sebagai kumpulan cerita-cerita dan
hiburan-hiburan dalam filsafat, kitab
ini juga berisikan bahan-bahan yang
ditulis selama 600 tahun (berkisar
antara 300 SM sampai 300 M). dalam karya yang aslinya, kitab ini terdiri dari
20 bagian. Dari ke-20 bagian ini
kemudian di dapatkan menjadi 8
bagian yang kita jumpai saat ini. Lebih
kurang 100 tahun kitab ini tidak
mendapat perhatian dari pengikut agama Tao, sebagaimana kitab Tao-
te-ching dan Chuang-tzu. Ajaran-
ajaran dalam kitab ini di anggap
hanya untuk memahami agama Tao
pada masa negri-negri yang
berperang dan kebudayaan- kebudayaan yang berkembang pada
awal kekuasaan dinasti Han. Kitab ini
sampai ke generasi kita sekarang ini
karena jasa besar cendikiawan dari
dinasti Chin Timur, yang hidup pada
tahun 317 sampai dengan 420. Dialah yang berjasa menyunting dan
memberi komentar kitab ini sehingga
menarik untuk dibaca orang banyak.
Jika tidak ada usaha dari dia, maka
barangkali kita sudah tidak bisa
menemukan kitab ini dan selamanya tidak akan tahu isi kitab ini. Sekilas tentang Liezi Lie Zi, nama aslinya Li Yu-Kou, adalah
salah satu dari tiga bijaksanawan
Taoisme: Lao Zi, Lie Zi dan Zhuang Zi.
Lie Zi hidup pada jaman ?The Warring
States? 476-222 sebelum Masehi. Ada
pula yang mengatakan bahwa Beliau hidup diantara abad VII ? abad V
sebelum Masehi. Lie Zi hidup sangat
saderhana dan makanannya terdiri
dari nasi dan sayuran selama kira-kira
empat puluh tahun lamanya, sebagai
bagian dari hidupnya. Orang tidak tampak beliau pergi dan datang
karena Lie Zi dapat mengendarai
angin. Sebetulnya ini hanya figurative,
karena ketenangan jiwanya, sehingga
dia berasa sebagai bagian dan
kebersamaan dengan alam seperti gunung, sungai dan juga angin. Dia
pernah berkata:? Tidak bicara sama
sekali dan tidak mengetahui sama
sekali.? Perkataan ini sebetulnya
bernilai karena yang dimaksud oleh
Beliau ialah: ?sebenarnya tiada satu yang orang tidak mengatakn dan
tiada satupun orang yang tidak
mengetahuinya.? Zhuang Zi dalam
buku-bukunya mencatat Lie Zi,
karenanya orang berpendapat Beliau
hidup pada masa abad ke lima atau keempat sebelum Masehi di negara
Cheng. Lie Zi hidup sebagai manusia
biasa, karena Beliau hidup sebagai
recluse (hidup menyendiri di desa)
dan tidak mau menerima kedudukan
pemerintahan dan sejarahnya hampir sama dengan Zhuang Zi. Waktu Lie Zi
hidup sangat miskin dan susah untuk
makan di negara Cheng, temannya
mengatakan pada Perdana Menteri
bahwa Lie Zi sudah mendapatkan tao,
namun miskin dan tidak diketahui orang, dan minta agar Perdana
Menteri meberikan bantuannya.
Perdana Menteri memberi bantuan
berupa gandum, tetapi Lie Zi dengan
hormat dan halus menolaknya.
Istrinya sangat marah dan mengatakan bahwa orang-orang
bijaksana hidup nyaman dengan
keluarganya, tetapi mereka hidup
kelaparan. Bagaimana kau bisa
menolaknya? Lie Zhi bersenyum dan
mengatakan, kalau dia mendapatkan kehormatan atas usul orang lain,
maka juga bisa terjadi orang lain bisa
mengutuk dia. Lama kemudian
Perdana Menteri lengser karena
tercela dan karena opini massa dia
dihukum mati.

Posted on Agustus 22, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: