ONTOLOGI (Pandangan, Pembagian, Istilah, Aspek dan Karakteristik)

Menurut Ensiklopedi Britannica Yang
juga diangkat dari Konsepsi
Aristoteles Ontologi Yaitu teori atau studi tentang
being / wujud seperti karakteristik
dasar dari seluruh realitas. Ontologi
sinonim dengan metafisika yaitu, studi
filosofis untuk menentukan sifat nyata
yang asli (real nature) dari suatu benda untuk menentukan arti ,
struktur dan prinsip benda tersebut.
(Filosofi ini didefinisikan oleh
Aristoteles abad ke-4 SM) Pengertian paling umum pada
ontologi adalah bagian dari bidang
filsafat yang mencoba mencari hakikat
dari sesuatu. Pengertian ini menjadi
melebar dan dikaji secara tersendiri
menurut lingkup cabang-cabang keilmuan tersendiri. Pengertian
ontologi ini menjadi sangat beragam
dan berubah sesuai dengan
berjalannya waktu. Sebuah ontologi memberikan
pengertian untuk penjelasan secara
eksplisit dari konsep terhadap
representasi pengetahuan pada
sebuah knowledge base. Sebuah
ontologi juga dapat diartikan sebuah struktur hirarki dari istilah untuk
menjelaskan sebuah domain yang
dapat digunakan sebagai landasan
untuk sebuah knowledge base”.
Dengan demikian, ontologi
merupakan suatu teori tentang makna dari suatu objek, property dari suatu
objek, serta relasi objek tersebut yang
mungkin terjadi pada suatu domain
pengetahuan. Ringkasnya, pada
tinjauan filsafat, ontologi adalah studi
tentang sesuatu yang ada.[3] 1. 2. Menanggapi kenyataan
yang terdalam Ontologi merupakan salah satu di
antara lapangan-lapangan
penyelidaikan kefalsafatan yang
paling kuno. Awal mula pikiran Barat
yang tertua di antara segenap filsuf
Barat yang kita kelan ialah orang Yunani yang bijak dan arif yang
bernama Thales. Atas perenungannya
terhadap air yang terdapat dimana-
mana, ia sempai pada kesimpulan
bahwa air merupakan subtansi
terdalam yang merupakan asal mula dari segala sesuatu. Yang penting bagi
kita sesungguhnya bukanlah ajaran-
ajarannya yang mengatakan bahwa
air itulah asal mula segala sesuatu,
melainkan pendiriannya bahwa
mungkin sekali segala sesuatu berasal dari satu subtansi belaka Thalas merupakan orang pertama
yang berpendirian sangat berbeda di
tengah-tengah pandangan umum
yang berlaku saat itu. Disinilah letak
pentingnya tokoh tersebut. Kecuali
dirinya, semua orang waktu itu memandang segala sesuatu
sebagaimana keadaan yang wajar.
Apabila mereka menjumpai kayu, besi,
air, danging, dan sebagainya, hal-hal
tersebut dipandang sebagai subtansi-
subtansi (yang terdiri sendiri-sendiri). Dengan kata lain, bagi kebanyakan
orang tidaklah ada pemeliharaan
antara kenampakan (appearance)
dangan kenyataan (reality). Jarang terjadi sekali, si polon (orang
kebanyakan) umpamanya, menjadi
sadar apa yang secara selayang
pandang tampak sabagai makanan
yang sedap, namun setelah dicicipinya
ternyata sebatang lilin dan sama sekali bukan makanan. Jika kita
menginginkan suatu istilah yang
dapat diterapkan kepada orang
kebanyakan semacam itu, kiranya
mereka dapat dinamakan para
penganut paham pluralisme yang bersahaja di bidang ontologi.
Dikatakan bersahaja kerena segala
sesuatu di pandang dalam keadaan
yang wajar. Dikatakan penganut
paham pluralisme kerena
perpendirian ada banyak subtansi yang terdalam. 1. A. Ontologi yang bersahaja Kebanyakan orang setidak-tidaknya
mengadakan pembedaan antara
barang-barang yang dapat dilihat,
diraba, yang tidak bersifat
kejasmanian atau yang dipahamkan
“jiwa”. Kadang-kadang orang banyak menjumpai mereka yang berpendirian
bahwa sesungguhnya jiwa itu tidak
ada, yang ada dalam kenyataan ialah
barang-barang kejasmanian.
Pertimbangan keselamatan diri
mereka. Tetapi kadang-kadang mereka sangat
resah akan ajaran-ajaran semacam itu.
Mungkin sekali mereka memaki-maki
dengan keres para penganut paham
meterialisme tersebut, atau mungkin
mereka juga setelah mendengar pendirian tersebut beristirahat sejenak
menjauhi keramaian dunia dan
memikirkan masalah tersebut sambil
bertanya-tanya: siapakah
sesungguhnya yang benar dalam hal
ini? Dan sesungguhnya apakah hakekatnya itu? Yang demikian ini merupakan
pertanyaan di bidang ontologi.
Selanjutnya dapat menyababkan
pertanyaan-pertanyaan lain seperti:
hubungan apakah yang terdapat di
antara berbagai bagian dari keyataan dan bagaimanakah caranya
kenyataan itu berubah?
Pernyataanpernyataan semacam ini di
acap kali dinamakan pertanyaan-
pertanyaan ‘di bidang kosmologi’,
sebab menyangkut ketertiban serta tatanan kenyataan, dan bukan
hakekatnya yang terdalam. B. Ontologi kuantitatif dan
kualitatif Ontologi dapat mendekati masalah
hakekat kenyataan dari dua macam
sudut pandang. Orang
mempertanyakan, “kenyataan itu
tunggal atau jamak?” yang demikian
ini merupakan pendekatan secara kauntitatif. Atau orang dapat juga
mengajukan pertayaan, “dalam bab
terahir, apakah yang merupakan
kenyataan itu?” yang demikian ini
merupakan pendekatan secara
kualitatif. Dalam hubungan tertentu, segenap masalah dibidang ontologi
dapat dikembalikan kepada sejumlah
pertanyaan yang bersifat umum,
seperti “bagaimanakah cara kita
hendak membicarakan kenyataan?” Kiranya jelas, penyifati-penyifati yang
satu dan sama dapat diberikan
kepada segenap segi kenyataan,
maka kenyataan itu tunggal.
Kesimpulan diatas dapt ditarik, karena
juga terdapat dua bagian kenyataan yang berbeda-beda, maka
keadaannya yang berbeda-beda itu,
pastilah ada salah satu penyifatan
yang tidak dapat diberikan kepada
seluruh yang ada. C. Istilah-istilah dasar dalam bidang
ontologi Sebagaimana telah dikatakan filsafat
dapat dipandang sebagai sejenis
bahasa yang bertugas sebagai alat
yang membahas segala sesuatu.
Sesuai dengan pendapat ini, maka
usaha pertama untuk memahami ontologi ialah menyusun daftar dan
memberikan keterangan mengenai
sejumlah istilah dasar yang digunakan
di dalamnya. Di antara istilah-istilah terpenting yang
terdapat dalam bidang antologi ialah:
yang-ada (being), kenyataan (reality),
eksistensi (existence), perubahan
(change), tunggal (one), jamak
(many). Pertama-tama akan dibahas adalah isi atau makna yang
terkandung oleh istilah-istilah
tersebut, termasuk di dalamnya,
sejumlah pernyatan yang
menggunakan istilah-istilah tadi.[4] 1. 3. Aspek Ontologi (Hakekat
Jenis Ilmu Pengetahuan) ontologi, dalam bahasa Inggris
‘ontology’, berakar dari bahasa
yunani ‘on’ berarti ada, dan ‘ontos’
berarti keberadaan. Sedangkan
‘logos’ berarti pemikiran. Jadi,
antologi adalah pemikiran mengenai yang ada dan keberadaan.
Selanjutnya menurut A.R. Lacey,
antologi diartikan sebagai “a central
part of metaphisics” (bagian sentral
dari metafisika). Sedangkan metafisika
diartikan sebagai “that which comes after ‘physics’,………the study of nature
in generla”. (hal yang hadir setelah
fisika,………..study umum mengenai
alam). Dalam metafisika, pada
dasarnya dipersoalkan mengenai
substansi atau hakikat alam semesta. Apakah alam semesta iniberhakikat
monistik atau pluralistic, bersifat tetap
atau berubah-ubah, dan apakah alam
semesta ini merupakan kesungguhan
(actual) atau kemungkinan (potency). Beberapa karekteristik ontology
seperti diungkapkan oleh Bagus,
antara lain dapat disederhanakan
sebagai berikut: 1. a. Ontologi adalah study tentang
arti “ada” dan “berada”, tentang
cirri-ciri esensial dari yang ada
dalam dirinya sendirinya,
menurut bentuknya yang paling
abstrak. 2. b. Ontologi adalah cabang filsafat
yang mempelajari tata dan
struktur realitas dalam arti seluas
mungkin, dengan menggunakan
katagori-katagori seperti: ada
atau menjadi, aktualitas atau potensialitas, nyata atau
penampakan, esensi atau
eksistensi, kesempurnaan, ruang
dan waktu, perubahan, dan
sebagainya 3. c. Ontologi adalah cabang filsafat
yang mencoba melukiskan
hakikat terakhir yang ada, yaitu
yang satu, yang absolute, bentuk
abadi, sempurna, dan
keberadaan segala sesuatu yang mutlak bergantung kepada-nya. 4. d. Cabang filsafat yang
mempelajari tentang status
realitas apakah nyata atau semu,
apakah pikiran itu nyata, dan
sebagainya.

Posted on Agustus 21, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: