Arsip Blog

DEFINISI DAN SEJARAH TEOLOGI

arti kata teologi
pengetahuan tentang Tuhan, dasar-
dasar kepercayaan kepada Tuhan dan
agama berdasarkan pada kitab-kitab
Suci. Selanjutnya dalam kamus filsafat di sebutkan teologi secara sederhana
yaitu suatu studi engenai pertayaan
tentang Tuhan dan hubungannya
dengan dunia realitas. Dalam
pengertian yang lebih luas, teologi
merupkan salah satu cabang dari filsafat atau bidang khusus inquiri
filosofi tentnag Tuhan
(Runes,1953:317). Kata teologi berasal dari kata theos
yang artinya Tuhan dan logos yang
artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi
teologi adalah pengetahuan tentang
Tuhan(Donder,2006:4). Menurut
Maulana dkk,mengemukakan bahwa teologi secara arfiah berarti teori atau
study tentang Tuhan. Dalam praktek,
istilah ini dipakai untuk kumpulan
doktrin (ajaran) dari kelompok
keagamaan tertentu atau pemikiran
individu. Teologi atau dalam bahasa sansekertanya Brahmawidya atau
Brahma Tattwa Jnana adalah ilmu
tentang Tuhan (Pudja, 1984:14). Pada Abad Pertengahan, teologi
merupakan subyek utama di sekolah-
sekolah universitas dan biasa disebut
sebagai “The Queen of the Sciences”.
Dalam hal ini ilmu filsafat merupakan
dasar yang membantu pemikiran dalam teologi. Pengerian teologi menurut beberapa
ahli yaitu sebagai berikut: a. Menurut William L. Resse, Teologi
berasal dari bahasa Inggris yaitu
theologyada lah Pemikiran tentang
ketuhanan. b. Menurut William Ockham, Teologi
adalah Disiplin ilmu yang
membicarakan kebenaran wahyu
serta independensi filsafat dan ilmu
pengetahuan. c. Di dalam The New Oxford
Illustrated Dictionary (1978:1736)
pengertian teologi dinyatakan sebagai
berikut: Science ofreligion, study of
God or gods, esp. of attributes and
relations with man etc.; yang berarti ilmu agama, studi tentang Tuhan Yang
Maha Esa atau Para Dewa, teristimewa
tentang atribut-Nya dan
hubungannya dengan manusia, dan
sebagainya. d. Adian dalam Jurnal Perempuan
Untuk Pencerahan dan Kesetaraan
(2001:52) menyatakan teologi adalah
pengetahuan Yang Illahi. Pada mulanya teologi merupakan
istilah yang digunakan oleh para
pemikir Kristen untuk menunjukkan
suatu disiplin ilmu yang membahas hal
Tuhan dan Ketuhanan. Terminologi
teologi telah menjadi disiplin ilmu yang diakui oleh para pakar atau
ilmuwan dan secara aksiologis atau
manfaat dalam penerapannya telah
meluas ke seluruh dunia. Disiplin ilmu
teolgi menjadi demikian sangat
berarti, karena kebeadaannya telah memenuhi tiga persyaratan sebagai
sebuah ilmu pengetahuan, yakni: (1)
syarat ontologis atau objeknya jelas,
(2) syarat epistemologis (procedure),
dan (3) syarat aksiologis (makna atau
manfaat). Karena keabsahan dan keakuratan dari disiplin ilmu teologi
tersebut, maka epistemologi teologi
telah menjadi pola, patokan, rujukan
dalam berteologi dari semua agama
tanpa menyadari bahwa terminologi
teologi setiap agama tidak persis sama (Donder, 2006:15)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.