SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA

Negara Indonesia bertujuan
melindungi dan menyejahterakan
sesuai dengan Pembukaan UUD 1945.
Melalui perjalanan yang panjang
dalam mewujudkan demokrasi di
Indonesia, bangsa Indonesia telah menetapkan bahwa demokrasi yang
akan dilaksanakan adalah demokrasi
Pancasila. Demokrasi Pancasila adalah
sistem pemerintahan negara yang
berlandaskan pada falsafah Pancasila
dan di dalam pelaksanaan berpedoman pada segala ketentuan
yang terdapat pada Pancasila dan UUD
1945. Konsekuensi penerapan demokrasi
Pancasila ini antara lain: • Menjamin kebebasan untuk
menganut dan manjalankan agama
atau kepercayaan yang diyakini;
• Ada persatuan yang disebut
kasatuan Pancasila;
• Keadilan sosial yang berlaku bagi semua rakyat, tanpa terkecuali;
• Kepentingan negara harus berada di
atas kepentingan pribadi atau
golongan; Di dalam pelaksanaan demokrasi
tersebut, ada sejumlah prinsip yang
berkaitan dengan sendi-sendi
kehidupan berbangsa dan bernegara,
antara lain: 1. Pembagian kekusaan (legislatif,
yudikatif, dan eksekutif);
2. rule of law (kataatan terhadap
hukum dan perundang-undangan)
3. Adanya partai politik;
4. Pers yang bebas; 5. Pemilihan umum untuk memilih
wakil-wakil rakyat dan daerah (DPR
dan DPD) Hakikat demokrasi dan
konsekuensinya terhadap demokrasi
itu sendiri adalah:
1. rakyat dapat memilih anggota
parlemen dan kepala negara dan
pemerintahan dengan bebas dan rahasia;
2. memungkinkan rakyat yang
mengganti presiden lewat pemilihan
yang beru;
3. ada hak untuk beroposisi;
4. ada kebebasan dalam kekuasaan kehakiman yang diatur oleh undang-
undang. Indonesia adalah negara yang
tergolong demokrasi sosial
kebebesan beragama terbukti,
Depertemen Agama dibentuk dalam
melaksanakan isi UUD 1945 pasal 29.
Pasal tersebut berbunyi, Ayat ( 1 ) Negara berdasar atas ke-Tuhanan
Yang Maha Esa; Ayat ( 1) Negara
menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya
masing-masing dan beribadah
menurut agama dan kepercayaanya itu. Dalam UUD 1945 pasal 29
tercantum kalimat “Agama dan
Kepercayaanya itu.”
Menurut kaidah bahasa Indonesia dan
berdasarkan penjelasan Bung Hatta
bahwa kata-kata “itu” dibelakang kata “kepercayaan” dalam pasal
tersebut menunjukan makna
kesatuan diantara agama dan
kepercayaan. Namun yang terjadi hidup beragama
masih warnai dengan berbagai
tindakan radikalisme, kurang
toleransi, muncul dalam bentuk aksi-
aksi kekerasan massa. Ambil contoh,
pembakaran Yayasan Doulos sampai hari ini tidak pernah disidangkan, atau
atas kekerasan terhadap pendeta
HKBP di Rajek, Tangerang beberapa
waktu lalu, tidak jelas keadilan
pemerintah. Di tingkat masyarakat,
terjadi pemberondongan terhadap kebebasan beragama karena
fanatisme yang mengharamkan
pluralisme. Dan menghalalkan
penutupan dan pengerusakan rumah
ibadah. Terangnya kasus-kasus
seperti ini selalu dipetieskan. Yang berarti demokrasi belum berdiri tegak
di saatero Nusantara. Padahal hak
menganut dan mendirikan ibadah
adalah hak hakikat yang di jamin
Undang-undang. Perubahan SKB Dua Menteri diganti
dengan Peraturan bersama (Perber)
pun tidak memberikan solusi, malah
penyuburan perusakan rumah
ibadah. Gejala lain yang juga
menganggu prinsip (demokrasi) kebebasan beragama adalah
dikeluarkannya apa yang disebut
perda-perda syariah, mengharuskan
bagi pegawai perempuan pemerintah
daerah untuk memakai jilbab. Kasus
diberbagai daerah menjadi sumber konflik. Di Sumatra Barat, misalnya
siswa Kristen disuruh pakai kerudung.
Masalahnya bukan anti peraturan
melainkan peraturan produk
kebudyaan Arab tidak bisa dipakai di
Indonesia yang berdasarkan masyarakat majemuk. Jacques Rousseau, seorang sastrawan
dan filsuf Perancis ( 1712-1778 ).
Menurut Rousseau, ketika pertama
kali lahir, manusia dalam keadaan
baik. Namun setelah lama
bermasyarakat ia menjadi jahat karena ada persaingan, percekcokan
dan lainya. Untuk mengembalikan
pada keadaan baik dan damai maka
harus ada kesepakatan bersama
untuk mengatur kehidupan bersama.
Kesepakatan bersama terjadi jika setiap orang menerahkan pribadinya
dan seluruh kekuatannya bersama-
sama dengan yang lain dibawah
pedoman tertinggi dari kehendak
umum; pada tubuh manusia, kita
menganggap setiap organ manusia ada bagian yang tak terpisahkan dari
organ yang lainnya secara
keseluruhan. Demikian pula
demokrasi kebebasan semua orang
adalah keputusan dari suara
terbanyak yang mencerminkan demokrasi. Sebaliknya kebebasan
seseorang tidak mencerminkan
kehendak umum. Walau kebebasan
pribadi harus dihargai negara
demokrasi. Maka, disinilah perlunya
toleransi umat beragama. Fanatisme terhadap kepercayaan pribadi tidak
bisa dipaksakan pada orang lain.
Karena itu, negara wajib melindungi
pemeluk agama. Karena itu, negara tidak boleh
mentolerir pengerusakan tempat
ibadah. Negara harus menindak tanpa
pandang bulu. Baik kekerasan yang
mengatasnamakan agama dan
pelanggaran HAM. Oleh sebab itu negara harus memiliki komitmen
terhadap HAM. Maka pemerintah
sebagai penyelenggara negara harus
mencegah dan menentang setiap
pelanggaran hal-hal di atas. Karena
penegakan HAM salah satu fondasi dari pilar demokrasi. Dan ketegasan
negara sebagai pemilik otoritas
mengadili seadil-adilnya bagi mereka
yang memaksakan kehendak
terhadap agama lain. Hal ini harus
direalisasikan negara, jika tidak penegakan HAM tidak pernah akan
ada atau malah tetap sebagai negara
demokrasi abu-abu. Hak menganut
agama merupakan kebebasan
mengembangkan agamanya, bahkan
mendirikan sekte (aliran) baru harus dilindungi negara. Karena itu
krustitusi negara harus menjamin
kebebasan untuk semua orang.

Posted on September 11, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: